#Inspirasi
Seorang anak pemarah meminta saran kepada Sang Ayah agar ia bisa mengendalikan marahnya.
Lalu sang ayah berkata, "Nak, coba kau ambi paku dan palu ini, setiap kau mau marah, tancapkan di pagar rumah kita satu per satu paku ini"
Sang anak pun merasa aneh, tapi karena ingin berubah ia lakukan apa yang disarankan Sang Ayah.
Satu demi satu keinginan untuk marah ia salurkan dengan memaku satu persatu kayu yang menjadi pagar rumahnya.
Hingga sebulan lamanya, ia sudah mulai bisa mengendalikan marahnya, karena setiap hendak marah iapun berpikir dua kali, "Untuk apa saya marah, menghabiskan energi".
Selanjutnya, dengan wajah sumringah, Sang Anakpun bertanya kembali pada Sang Ayah, "Yah, alhamdulillah, aku sudah mulai bisa mengendalikan marahku. Terimakasih sarannya ya Yah!"
Sang ayah pun berujar, "Nak, pekerjaanmu belum selesai. COba sekarang kau cabut satu per satu paku yang sudah tertancap itu, dan perhatikan dengan seksama apa yang terjadi".
Karena ingin mendapatkan hikmah, sang anakpun menuruti kata Sang Ayah yang bijak. Iapun mencabut satu demi satu paku yang sudah sebulan ini ia tancapkan. Setelah berlelah-lelah mencabutnya,
Sang Anak bertanya lagi, "Yah, kalau yang pertama saya paham, tapi untuk pekerjaan kedua ini apa hikmahnya Yah?"
"Nak, ketahuilah saat kau marah sama saja kau sedang menancapkan satu paku pada seseorang yang kau marahi. Yang bisa jadi membuat hati orang itu terluka. Dan saat kau minta maaf, lihatlah bekas tancapan paku itu. Bagaimanapun tetap ada bekas yang sulit dihilangkan. Maka, kendalikan amarahmu nak!"
Imam ath-Thabrani daripada Abu Darda’, beliau berkata:
“ Ya Rasulullah, tunjukkanlah aku kepada suatu amalan yang memasukkanku ke dalam syurga. Rasulullah SAW bersabda: ‘ Janganlah kamu marah dan syurga adalah untukmu.’
Semoga kita bisa menjaga amarah kita. Agar menjadi orang yang tergolong ahli surga dan bisa memberikan keamanan bagi orang di sekitar kita. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar